Takut dengan Pinjaman Rentenir? Gunakan KTA Syariah Saja!

Pinjaman rentenir memang begitu memikat karena kita bisa mendapatkan uang dengan cara yang cepat, namun sekarang bank sudah mulai menyediakan produk yang beragam seperti bank syariah yang memberikan KTA Syariah. Dengan syarat pengajuan kredit yang hampir menyamai bank konvensional, KTA Syariah ini terlihat sangat menguntungkan. Namun, sebelum Anda memilih KTA Syariah lebih baik Anda membandingkan KTA Syariah dan konvensional. KTA konvensional menambahkan bunga untuk mendapatkan laba perusahaan, sedangkan KTA Syariah tidak membebankan bunga.

Apa perbedaan KTA Syariah dan konvensional?

Pertama, bunga dan tanpa bunga. Untuk kredit konvensional, kredit akan diberikan sesuai dengan pinjaman dan nasabah akan diberi beban bunga saat mengembalikan pinjaman tersebut, sedangkan untuk pinjaman syariah, bank tidak membebankan bunga pinjaman karena riba. Namun menggunakan akad jual beli, sewa dan capital sharing yang sesuai syariat Islam. Di sistem jual beli, nantinya bank syariah akan memberi benda yang Anda inginkan dan bank akan menjual pada nasabah dengan margin tertentu, seperti mobil seharga Rp 200 juta, bank akan membeli mobil tersebut dan menjualnya dengan harga Rp 210 juta dengan cara mencicil dalam kurun waktu tertentu. Ada juga akad lain yakni bank membeli barang yang ingin dibeli nasabah kemudian menyewa selama kurun waktu tertentu, setelah menyewa nasabah dapat membelinya. Untuk permodalan, contohnya bank syariah membiayai 40% dan nasabah 60%.

Kedua, halal. Untuk pinjaman rentenir, pasti haram bukan? Namun pada pinjaman syariah, nasabah harus menggunakan dana yang diberikan oleh bank syariah untuk usaha yang bersifat halal, jadi nasabah harus membuat surat pernyataan penggunaan dana pinjaman yang digunakan tidak boleh menyimpang.

Ketiga, berbagi resiko. Untuk pinjaman konvensional, biasanya nasabah yang akan menanggung resiko sepenuhnya bila tidak bisa membayar cicilan, contohnya nasabah meminjam dana sebesar Rp 200 juta untuk investasi, nasabah tetap harus melakukan pembayaran pinjaman pokok dan ditambah dengan bunga pinjaman walaupun investasinya hanya menghasilkan sebesar Rp 70 juta. Sedangkan untuk syariah, bank akan ikut menanggung resiko. Seperti nasabah meminjam Rp 200 juta untuk investasi, bank akan menanggung sebagian kerugian.

Keempat, ketersediaan pinjaman. pinjaman dari bank syariah hingga konvensional mempunyai beberapa kemiripan dari segi dokumen pengajuan pinjaman. nasabah harus menyerahkan dokumen seperti bukti penghasilan dan fotocopy data diri. kemudian nasabah dapat mengajukan pinjaman mulai Rp 5 juta hingga Rp 250 juta di bank-bank ternama. Namun bank syariah mempunyai produk yang tidak dimiliki bank konvensional seperti pembiayaan umroh dan haji. Selain menyediakan pinjaman untuk investasi dan konsumsi, bank syariah menyediakan pinjaman modal kerja. Untuk nasabah yang memerlukan tambahan modal kerja contohnya seperti membeli bahan baku, membayar biaya produksi, dan kebutuhan yang lain. Jenis pinjaman untuk modal kerja bisa dipilih nasabah sesuai dengan kebutuhan seperti skema jual beli maupun menggunakan skema kemitraan bagi hasil. Pinjaman modal kerja syariah adalah jenis pinjaman jangka pendek untuk kebutuhan modal kerja usaha berdasarkan prinsip syariah.

Takut dengan Pinjaman Rentenir? Gunakan KTA Syariah Saja!

Daripada menggunakan pinjaman rentenir, lebih baik Anda menggunakan pinjaman dari bank syariah. Ada berbagai macam keuntungan yang bisa Anda ambil seperti dijamin halal, pinjaman yang dicairkan oleh bank syariah sangat dijamin kehalalannya sehingga meminjam uang di sini bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk umat muslim. Fasilitas dari pinjaman syariah juga hampir sama dengan konvensional. fitur ini akan memberi kemudahan melakukan transaksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *